Tampilkan postingan dengan label Ragam Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

50 Aneka Menu Makanan Di Pasar Sekitar Kawasan Industri Lippo Cikarang

Anda bisa menikmati 50 jenis menu yag tersedia di pasar atau warung-warung di sekitar kawasan industri. Salah satunya adalah di kawasan Lippo Cikarang. Ini Belum termasuk di pasar atau toko di lokasi lainnya di sekitar kawasan industri.

No Nama Resto Alamat Telepon
1 Ayam Bakar Top Jl. Gunung PandeTautanrman, Ruko Ventura B6 89117458, 70302774
2 Ventura Resto Jl. Gunung Panderman, Ruko Ventura D6 08786873818, 89117705
3 Sop Kaki Kambing & Sate Jangkung Pujasera Sirkus 081312167597, 081282640427
4 HANS – Bubur & Bakmi Ayam Bangka Jl. Gunung Panderman, Ruko Ventura B7 46556060, 46557070
5 Bakmi Jawa Pujasera Sirkus 081386703030
6 Soto Mie Asli Bogor – Rajanya Soto Ruko Rosons Square Blok C12 081519257789
7 Bakmi Golek Jl. MH Thamrin Kav. 135B 89901414, 89902424
8 Canton – Karaoke, Lounge & Function Hall Jl. MH Thamrin 8972349
9 KFC Mall Lippo Cikarang 8972549
10 Pizza Hut Mall Lippo Cikarang 89903276-78
11 Hoka Hoka Bento Mall Lippo Cikarang 8972524
12 Oriental Dimsum & Chinese Food Ruko Thamrin B6 89901929
13 Solaria Ruko Thamrin & Mall Lippo Cikarang 8972750, 89902856
14 Bakul Sunda Plasa Menteng Blok C15 89906627, 89117433
15 Bubur Seafood Laota Plasa Menteng Blok C11-12 89900027-28
16 Rumah Makan 9 Daun Picadilly Square 91309362
17 Bakmi Karet Mangga Besar Ruko Roxy Blok A17 89908225, 94959354
18 Rumah Makan Asam-Asam Ruko Roxy Blok C31 89907777
19 Rice Boat Ruko Union 89900911
20 Ayam Bakar Joglo Plasa Menteng Blok B29 9636792
21 Cheers Western Food Restaurant Galeria Singaraja B1 89908383
22 Marga Kuring Taman Hom Pim Pa 8973927-28
23 Bebek Bali Water Boom Lippo Cikarang 89907815
24 RM Cucu Ma ‘Uneh’ Galeria Singaraja G8 0816695915
25 Stylistic Café Resto & Billiard Galeria Singaraja 89909779
26 Coffee Toffee Resto Galeria Singaraja Blok F16 89920604
27 Warung Mbok De Galeria Singaraja 68427667
28 Ayam Penyet Ria Galeria Singaraja Blok E28 89907788, 60466988
29 Rumah Makan Muria Ruko Easton Blok B2 92980088
30 Restaurant Cikarang Indah Ruko Easton Blok A1 0811553645
31 Dapur Umi Pujasera Sirkus 087881088153
32 Hot Plate Pujasera Sirkus 32872667
33 Mie Bakso Bandung Pujasera Sirkus 68023078
34 Bakso Non Ruko Pasar Sentral 92593096
35 Empal Gentong Ruko Pasar Sentral 89902079
36 Mie Kita Mall Lippo Cikarang 70334367
37 Coffee Break, Billiard & Café Mall Lippo Cikarang 93620676
38 Matsuriya Japanese Restaurant Galeria Singaraja Blok C6 89906661
39 Ha Na Bi – Japanese & Korean Restaurant Plasa Menteng 89906230-31
40 So Yang Gang – Korean Restaurant Ruko Thamrin 8972230-31
41 Si Gol Ban Chan – Aneka Hidangan Korea Ruko Thamrin 89900546
42 Mie Ayam Kampung Pujasera Sirkus 08569085559
43 Bebek Gendut Pujasera Sirkus 081319506104
44 Seafood 68 Pujasera Sirkus 087878146355
45 Kuetiaw88/Ayam Goreng Kremesan Pujasera Sirkus 89907072
46 Kedai 12 Bakul Plasa Menteng Blok C11 89909767
47 Food Master Bakut The Galeria Singaraja Blok C5 899094947, 70526382
48 RM Padang Salero Bundo Galeria Singaraja Blok A11 89901535
49 RM Natan Galeria Singaraja 68807825, 89902736
50 Mie Bandung Pujasera Sirkus 68023078

Sumber: Good News Lippo Cikarang, edisi November 2010


Alamat dan nomer telepon wisata kuliner Lippo Cikarang

Akses Tol KM34,7 Cikarang

Kompas edisi 15 April 2011 memuat iklan klaster baru dari Mega Klaster Elysium, Oakwood, yang juga menampilkan gambar desain akses tol di kilometer 34,7. Jika PT Lippo Cikarang berani mengiklankan akses tol tersebut di harian nasional nampaknya mereka akan menyelesaikannya dalam tahun ini.

Bagi anda yang pernah berminat atau malah sudah membeli rumah di Lippo Cikarang pasti masih ingat bahwa mereka menjadikan akses tol 34,7 sebagai salah satu daya tarik. Pengalaman saya, sejak tahun 2007 ketika saya mencari rumah di Lippo Cikarang mereka sudah menjanjikan akses tol tersebut. Meski demikian sepertinya baru 1-2 tahun terakhir ini pengembangan dan pembangunan di Lippo Cikarang kembali berjalan pesat termasuk diantaranya akses tol tersebut.

Berikut adalah penampakan desain akses tol tersebut yang saya ambil dari harian Kompas.

Akses tol kilometer 34,7 Lippo Cikarang


Sesuai dengan apa yang Lippo Group publikasikan di beberapa media seperti Kompas yg terbit 15 April 2011 kemarin, kedepannya Lippo Cikarang akan mengembangkan areal sekitar simpang susun KM 34.700 menjadi daerah komersil.

Beberapa High Rise Building dan Office Centre akan dikembangkan di kawasan tersebut termasuk rencana pembangunan High End Residencial yang diilustrasikan dengan hunian yang terdapat danau buatan di dalamnya.

Menjelang dibukanya akses tersebut, Lippo Cikarang terus membuka cluster2 yang berdekatan dengan akses baru tersebut. Project utama saat ini adalah mengembangkan Elysium Residence.

Akan ada 12 Cluster yang dikembangkan di Elysium. Saat ini LC sedang bersiap-siap meluncurkan Cluster ke-6 yaitu OAKWOOD, rumah 2 lantai dengan fasade KLASIK. Luncur 28 Mei 2011.

Project Simpang susun KM 34.700 akan dikerjakan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah jalur dari LC menuju sisi tol Cikampek yang akan selesai akhir tahun ini. Dan tahap kedua yaitu jalur yang menghubungkan LC dengan Jababeka yang akan selesai akhir 2012.

Seperti pengalaman yang sudah pernah dialami pengembang lain seperti Grand Wisata di saat mulai mengembangkan akses langsung, Lippo Cikarang optimis memprediksikan kenaikan nilai property di LC akan mencapai angka 50% pada tahun pertama.

Peta Kawasan Industri Cikarang

Cikarang merupakan salah satu pusat industri nasional dimana nilai ekspornya mampu bersaing dengan Batam. Kawasan Industri di Cikarang merupakan kawasan industri yang potensial mengingat sekitar 2.125 unit pabrik yang berasal dari 25 negara berlokasi di kawasan tersebut. Kawasan tersebut mampu menyumbang sebesar 34,46 % PMA Nasional, serta 22-45 % volume ekspor nasional. Pada tahun 2008 omset kawasan industri ini mencapai $35 milyar dan 70% diantaranya untuk pasar ekspor.

Peta kawasan industri Cikarang



Tujuh kawasan industri sudah eksis di Cikarang a.l. MM2100, Delta SIlicon I, EJIP, BIIE, Jababeka I, Jababeka II dan Delta SIlicon II. Sementara itu kawasan industri di kota Delta Mas masih dalam tahap pembangunan dan Delta Silicon II yang berada di bawah grup Lippo sedang mengalami perluasan.

Karena besarnya nilai dan volume ekspor dari kawasan ini telah muncul wacana pembangunan bandara baru di sekitar Cikarang untuk mengakomodasi arus cargo barang. Akses jalan tol dari Cikarang ke Bandara Sukarno-Hatta sudah terlalu padat sehingga mengganggu kelancaran cargo akibat seringnya terjadi kemacetan. Selain itu Pemda Kabupaten Bekasi juga sudah mulai melakukan studi kelayakan pembangunan pelabuhan di Bekasi Utara, Babelan. Pelabuhan Internasional Bekasi dirancang untuk bisa disandari kapal besar (mother vessel) dengan panjang hingga 300 meter.

Perluasan kawasan industri Delta Silicon II

(lippocikarang.wordpress.com)

Deskripsi Kegiatan Penetapan Kawasan Pengembangan Inti

Kabupaten Bekasi adalah salah satu kabupaten yang berada di wilayah Jawa Barat. Pada tahun 1990-an, di Kabupaten Bekasi dimulai pembangunan kawasan industri. Kemudian pembangunan kawasan industri akhirnya memunculkan kawasan-kawasan industri lainnya. Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi dengan judul Program Peningkatan Nilai Tambah Mata Rantai yang mengedepankan konsep pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan merata, menyadari terdapat dampak yang terjadi dari adanya kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi. Dampak dari keberadaan kawasan industri di Kabupaten Bekasi dapat dirasakan di semua elemen baik masyarakat maupun pemerintahan. Kebermerataan dampak yang dirasakan tersebut ingin diketahui melalui pengembangan akses ke faktor produksi dan pasar serta berkembangnya kegiatan ekonomi yang akrab lingkungan.

Faktor produksi dan pasar erat hubungannya dengan kelancaran dari rantai pasokan industri yang akan berefek pada perkembangan kawasan industri. Aspek rantai pasokan industri ini menentukan seberapa jauh keterkaitan antarindustri terbentuk. Semakin ekstensif keterkaitan tersebut, semakin besar peluang suatu cabang industri untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal. Hal ini terjadi karena keterkaitan antarindustri akan menciptakan lebih banyak wirausaha, kesempatan kerja, pemanfaatan sumberdaya setempat, serta bangkitan kegiatan lain. Oleh karena itu, berkembangnya rantai pasokan perlu menjadi bagian kebijakan pengembangan industri.

Perkembangan rantai pasokan tergantung kepada potensi industri yang ada di suatu wilayah. Dalam satu wilayah, kemungkinan terdapat beberapa kawasan yang memiliki potensi bagi berkembangnya rantai pasokan. Kawasan potensial tersebut memiliki cukup industri utama maupun calon pemasok yang potensial untuk bermitra. Meskipun demikian, kawasan tersebut mungkin memiliki peluang keberhasilan yang berbeda. Mengingat sifat unggulan dari kegiatan kerjasama dengan pemerintah daerah ini, kegiatan akan lebih efektif jika dipusatkan pada kawasan yang memiliki peluang keberhasilan besar. Kawasan semacam ini memiliki kesiapan industri maupun lokasi memadai. Kawasan ini merupakan kawasan inti di mana usaha untuk menciptakan rantai pasokan dilakukan. Pemilihan kawasan inti ini akan berdasar pada pertimbangan-pertimbangan diantaranya adalah keterkaitan mata rantai yang paling tinggi, kerjasama pemangku kepentingan yang mendukung perkembangan kerjasama industri utama dan industri baru, ketersediaan infrastruktur yang memadai, dan sistem lingkungan yang berkonsep hijau. Keempat pertimbangan tersebut kemudian didukung dengan sistem kelembagaan yang akan terbentuk dalam rangka memfasilitasi kawasan inti yang berkelanjutan.Kegiatan C.2.1.7 adalah penentuan kawasan inti dan program pengembangan kawasan inti. Kawasan inti merupakan sub-kawasan terpadu yang menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan terpadu di Kabupaten Bekasi. (phki.pl.itb.ac.id)

Menyusur Kawasan Industri di Bekasi

Selain Tangerang, Bekasi adalah daerah yang memiliki kawasan industri yang cukup banyak. Sekedar menyebutkan nama, ada Kawasan Industri Jababeka, EJIP (East Jakarta Industrial Park), MM2100, Delta Silicon Industrial Park, Hyundai Industrial Park, BIIE (Bekasi International Industrial Estate) dan beberapa kawasan industri yang lebih kecil.......

Kawasan industri yang menampung banyak perusahaan ini menjadi salah satu magnet mengapa Bekasi diminati oleh banyak pengembang perumahan. Alasannya, semakin banyak perusahaan, semakin besar pula kebutuhan perumahan untuk para pekerjanya. Selain terkenal sebagai kota industri, Bekasi juga terkenal sebagai kota perumahan…

Salah satu kawasan industri yang terkenal di Bekasi adalah kawasan Industri Jababeka di Cikarang. Dari Jakarta, Kawasan Industri Jababeka dapat dicapai melalui berbagai jalur. Yang paling mudah adalah melalui Tol Jakarta Cikampek dan keluar di pintu tol Cikarang. Alternatif kedua adalah melalui jalan negara Jakarta - Cikampek melalui Bekasi - Tambun - Cibitung - Cikarang. Dari terminal Cikarang, Jababeka dapat dicapai dengan menggunakan Angkot-angkutan perkotaan-KOASI (Koperasi Angkutan Bekasi) K-17 dan K-33. Alternatif lainnya adalah melalui jalur Cileungsi / Jonggol melewati kawasan Cikarang pusat. Dari arah Karawang - Cikampek, Jababeka dapat dicapai melalui tol maupun jalan negara Jakarta Cikampek.

Kawasan Industri Jababeka terdiri dari 2 kawasan, yaitu Jababeka I dan Jababeka II. Jababeka II merupakan pengembangan dan perluasan dari Jababeka I. Lokasi keduanya dipisahkan oleh Jalan Industri yang melintas mulai dari Terminal / Pasar Cikarang hingga Kawasan EJIP. Dari arah Jakarta, Jababeka I terletak pada sisi kiri, sedangkan Jababeka II terletak pada sisi kanan. Jababeka II berdekatan dengan perumahan kota Cikarang Baru.

Selain ditempati oleh perusahaan perusahaan besar, Jababeka juga terkenal dengan kampus President University yang menjadi universitas unggulan dibidang IT dan industri. Sederet tokoh nasional melalui President University Foundation ikut mendirikan perguruan tinggi ini. Di antaranya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Juwono Sudarsono, pakar hukum UI Prof Dr Charles Himawan, dan Menteri Negara BUMN Ir Laksamana Sukardi.

President University berdiri megah dengan bangunan empat lantai di kawasan industri Jababeka yang dikelilingi 1.020 perusahaan dan sebagian besar asing dengan luas keseluruhan 3.000 ha di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. (Sumber : Harian Pelita).

Meski terletak di Bekasi, para pekerja diberbagai perusahaan di Jababeka berasal dari berbagai daerah. Jababeka bisa menjadi miniatur kota industri di Indonesia yang melibatkan pihak asing dan penduduk Indonesia dari berbagai latar belakang.

Saya pribadi sempat bekerja di Kawasan Industri Jababeka sekitar tahun 1996-1999. Saat itu saya bekerja pada PT. Ochiai Menara Indonesia, Jalan Jababeka V. Sejalur dengan PT. Ochiai adalah PT. Mattel yang terkenal dengan boneka barbie. PT. Ochiai sendiri awalnya adalah joint venture antara PT. Ochiai Jepang dengan PT. Menara Alam Pradipta, anak perusahaan Astra.

Jika satu saat ada peluang bekerja pada kawasan Jababeka, jangan takut bahwa ini terletak dipelosok pedalaman. Jababeka dapat dengan mudah dicapai melalui tol Jakarta Cikampek, tentu saja saat tidak macet.(jababeka-cikarang.blogspot.com)

China Kembangkan Kawasan Industri di Delta Mas Bekasi

JAKARTA; China-lndonesia Economic and Trade Cooperation Zone (CIETCZ), badan usaha milik daerah China, akan membangun kawasan industri di Delta Mas, Cikarang, Bekasi.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi mengungkapkan luas kawasan industri yang tersedia di Delta Mas sekitar 500 ha, tetapi hanya digunakan 120 ha oleh China.

Kawasan industri Delta Mas ditargetkan rampung, termasuk fasilitas manufaktur yang akan dibangun di daerah itu, dalam 3 tahun ke depan. "China akan membawa investornya. Ini BUMD China, yang menangkap industri dari China masuk. Sebulan lalu sudah diresmikan oleh saya dan Bupati Bekasi," katanya kemarin.

Pembangunan kawasan industri tersebut didesain oleh Jurong Consultants Pte Ltd, sementara pengembang proyek adalah PT Kawasan Industri Terpadu Indonesia-China, dan dibangun oleh PT China Harbor Indonesia. "Yang sudah pasti dibangun di sana itu adalah pabrik PT Geely Mobil Indonesia," ujarnya, (bataviase.co.id)

Selasa, 31 Mei 2011

2014 Semua Dapat Jaminan Kesehatan

Pemerintah berkomitmen memberikan jaminan kesehatan seluruh penduduk Indonesia pada 2014. Kini, pemerintah tengah menyiapkan rencana perluasan kepesertaan serta fasilitas kesehatan secara bertahap.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) segera melakukan sensus mulai Juli mendatang. Tujuannya untuk mengetahui secara pasti jumlah penduduk miskin. Setelah itu,akan dicatat nomor induk kependudukannya (NIK) sesuai perintah UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Saat ini hampir 120 juta jiwa atau 59% penduduk sudah terkover dengan jaminan kesehatan,” katanya seusai rapat koordinasi SJSN di Jakarta kemarin. Jumlah itu diketahui berdasarkan data warga yang menerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Untuk itu, pemerintah akan memverifikasi secara terus-menerus jumlah penduduk. Sisanya sekitar 100 juta jiwa akan dilakukan pemetaan dan simulasi. Dengan demikian, lanjut Menko Kesra,apabila jaminan kesehatan tersebut direalisasikan tidak membebani fiskal APBN.“Sehingga,seluruh penduduk Indonesia memperoleh jaminan kesehatan sebagaimana perintah UU SJSN,” imbuh dia.

Agung menjelaskan,jaminan kesehatan akan mengatur kepesertaan besarnya manfaat dan iuran secara nasional. Pemerintah hanya menyubsidi warga miskin dan tidak mampu, sedangkan warga mampu akan dikenakan iuran. “Nantinya dalam rangka pelaksanaan UU SJSN jangan sampai tidak ada jaminan kesehatannya,” ujarnya.

Dia menambahkan,Kementerian Kesehatan telah menyusun rencana perluasan pelayanan kesehatan termasuk anggaran biayanya. Selain itu,Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat sudah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Jaminan Kesehatan.

Kemudian, pihaknya akan melaporkannya kepada Wakil Presiden Boediono atas kesiapan pelaksanaan jaminan kesehatan yang mencakup, antara lain rencana perluasan kepesertaan, penyiapan pelayanan kesehatan, pembagian peran, dan beban fiskal pemerintah. “Tentunya harus sejalan dengan RUU BPJS yang sedang diproses di DPR,”ungkap dia.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali Situmorang mengatakan, masalah anggaran akan dibicarakan lebih dulu dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).Selain dari APBN, anggaran jaminan kesehatan juga melibatkan donatur. Menurut Chazali, pelaksanaan jaminan kesehatan bukan pekerjaan gampang.

Sebab, diperlukan verifikasi data sangat ketat.Dari verifikasi itu akan diketahui jumlah warga yang belum mendapatkan jaminan kesehatan sehingga sekitar 237 juta jiwa penduduk Indonesia memperoleh jaminan kesehatan. Mantan Ketua Tim SJSN Sulastomo mengatakan, penerapan SJSN bukan pekerjaan sulit.

Kaum intelektual, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat sipil harus meyakinkan dan terus mendesak pemerintah untuk menerapkan SJSN dengan penyelesaian RUU BPJS.

”Ini bukan pekerjaan yang sulit dan memberatkan pemerintah, tapi justru membantu meringankan pemerintah,” katanya dalam seminar bertema ”Deklarasi Manifesto Jaminan Sosial untuk Indonesia” di Kampus Pascasarjana Universitas Paramadina, Jakarta kemarin.

Menurut dia, pemerintah hanya perlu diberi penjelasan secara benar dan tepat mengenai penerapan SJSN. Dikemukakannya, jaminan sosial adalah instrumen mobilisasi dana masyarakat sehingga apabila dijalankan akan ada tabungan ribuan triliun. ”Kalau ada tabungan ribuan triliun, tidak ada penduduk miskin yang sakit, tidak ada jalanan yang rusak,”imbuhnya.

Namun hal tersebut akan menjadi keengganan pemerintah, jika membayangkan banyaknya anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah. Menurutnya tidak perlu ada kekhawatiran pengelolaan dana karena dalam UU SJSN sudah tertulis agar pengelolaannya transparan dan akuntabel.

”Sebab itu harus berbaik sangka. Saya masih ada optimisme asal ini dijelaskan dengan mudah, karena ini kan untuk rakyat,”ujarnya. Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Paramadina Dinna Wisnu menilai, beberapa hal dalam pembahasan RUU BPJS masih bisa dikompromikan dalam hal-hal teknis seperti pelaporan pertanggungjawaban, pelaporan investasi, model penggunaan dana,dan aset.

Namun beberapa hal belum jelas dalam daftar inventarisasi masalah (DIM) yang dibuat DPR maupun pemerintah. Di antaranya hubungan yang menyangkut Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang, kemudian status empat badan penyelenggaraan jaminan sosial yang sudah ada, model insentif bagi pengiur, dan cara penegakan hukum.

Lebih lanjut dia mengatakan, publik harus lebih sadar atas kepentingan memiliki jaminan sosial. ”Strateginya dengan mengaitkan dampak ekonomi dan persaingan ke depan yang makin kompetitif,” kata Dinna. Sebelumnya pembahasan RUU BPJS telah tertunda dalam dua kali masa sidang sejak Oktober 2010.

Setelah pembahasan yang alot tersebut,pemerintah akhirnya menyerahkan DIM baru RUU BPJS pada 12 Mei 2011 silam. Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) Said Iqbal mengatakan, SJSN harus segera diimplementasikan karena jaminan sosial yang ada sekarang masih diskriminatif, limitatif, dan provit oriented.

Menurutnya DPR harus melakukan hak politiknya untuk melakukan proses politik seperti hak angket dan hak interpelasi apabila pembahasan masih mengalami kendala. ”Menjadi penting kita mengawal ini, tapi DPR dan pemerintah tidak serius,”kata Said. KAJS mendesak agar seluruh pembahasan RUU BPJS antara pemerintah dan DPR dilaksanakan terbuka dan transparan agar rakyat bisa terlibat. (isbiindonesia.org)

Kenalkan!!! Namaku Buruh

Namaku Buruh. Benar, bukan mengada-ada. Atau sok cari sensasi. Lihat saja KTP-ku, jelas tertera Buruh sebagai namaku. Nama lengkap. Singkat. Masih kurang percaya? Aku bisa meng-copy-kan akta kelahiran, raport dan ijazah sekolah. Masih kurang, aku bisa bawakan seluruh identitas yang kupunya. Semuanya konsisten. Buruh. Jelas tertera di situ. Di kolom isian nama.

Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Bapakku ataukah ibuku yang memberi usulan bagi namaku. Atau nenek-kakekku? Entahlah. Aku telah ditinggal pergi mereka semua. Ya, saat aku masih bayi. Saat terjadi bencana. Kebakaran. Menghanguskan rumah-rumah bedeng. Ratusan jumlahnya. Banyak orang menjadi korban. Kehilangan harta benda. Juga nyawa puluhan orang. Termasuk orangtuaku, kakek dan nenekku.

Konon aku terselamatkan. Konon pula di dekat sosokku, ada beberapa surat yang terkait dengan kelahiranku. Akta kelahiran. Mungkin saat itu bapak atau ibuku tengah membaca ulang. Atau, ah, entahlah. Tak bisa kureka. Walaupun aku ada di sana. Tentunya sebagai bayi aku tidak memiliki kemampuan untuk mengingatnya. Akta kelahiran itulah yang menyebabkan namaku menjadi tidak hilang. Tetap melekat hingga aku dewasa. Sampai sekarang ini.

Aku tinggal di sebuah panti asuhan. Diselamatkan hidupku. Lantaran tidak ada satu orangpun yang mengetahui apakah aku masih memiliki keluarga. Jadi, pilihan yang tepat. Menyelamatkan. Menempatkan pada panti asuhan. Sejak bayi. Hingga dewasa. Hidup dalam komunitas anak-anak yang hampir sama nasibnya dengan diriku. Kehilangan kedua orangtuanya. Hanya berbeda-beda alasan dan peristiwanya.

Sekolahku lancar-lancar saja. Dari SD hingga SMP kurasa. Saat SMA, aku mulai tertarik dengan diskusi-diskusi bersama beberapa teman. Bukan diskusi tentang pelajaran. Tapi diskusi tentang pemberitaan mengenai kehidupan nyata. Modal kami hanya menonton televisi, membaca koran, atau menguping pembicaraan orang dewasa. Lantas, kami sering berdebat. Bisa sangat keras. Tapi setelah itu kami bisa terbahak-bahak dan saling berangkulan. Suatu hari iseng. Kami bersepakat memprotes keputusan dari pihak sekolah yang meminta sumbangan wajib kepada para siswa, bagi perbaikan gedung. Kami pun meniru seperti para mahasiwa yang sering kami lihat di jalan-jalan. Kami membuat poster-poster dari kardus. Menggalang kawan-kawan untuk ikutan aksi demonstrasi. Beberapa kawan berorasi. Akupun ikut. Wah, enak kalau orasi. Kita berteriak apapun, langsung saja disambut gempita. Pokoknya rame.

Tapi bermula dari aksi itulah, persoalan nama menjadi persoalan bagi hidupku. Sebelumnya orang hanya tertawa-tawa saja bila berkenalan denganku. Kemudian mengernyitkan kening ketika kuyakinkan. Benar, Namaku Buruh. Nah, pada aksi ini, pihak sekolah melapor ke kepolisian. Tidak beberapa lama, puluhan polisi sudah meminta kami untuk membubarkan diri. ”Atas nama undang-undang!” teriak seorang polisi melalui megaphone-nya, ”Kalian harus segera membubarkan diri,”

Seorang kawan, malah lantang berteriak, menyemangati kami untuk tetap bertahan. Kami diminta bergandengan tangan. Menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Benar-benar lagu perjuangan seperti Hallo-Hallo Bandung, Maju Tak Gentar, juga lagu Indonesia Raya. Kami merasa tersemangati. Merasa gagah dan bangga. Bisa seperti para mahasiswa.

Polisi merangsek, membubarkan paksa. Massa kocar-kacir. Kawan-kawan berlarian. Menyelamatkan diri. Anak-anak perempuan menjerit-jerit. Poster-poster dirobek oleh para petugas kepolisian. Beberapa orang ditangkap, termasuk diriku.

”Nama?” ”Buruh, Pak,” ”Nama? ”Buruh, Pak. ”Nama???!!!” ”buruh, Pak!” Meja digebrak. Membuatku tersentak. ”Jangan main-main. Nama kamu?!” ”Bu..ruh...” terbata, lirih. Sekali lagi meja digebrak dengan keras. Menimbulkan perhatian dari orang-orang yang ada di sana. Beberapa polisi mendekat ke arah kami. “Hm... pasti ada yang menghasut dirimu. Jangan suka-suka mengaku sebagai buruh. Kamu itu anak SMA. Jangan mau dicuci otak. Ayo, siapa mahasiswa yang meracuni kamu? Sebutkan saja namanya. Kamu tahu, buruh itu komunis? Kamu mau dianggap komunis?” seorang polisi dengan nada lebih ramah dibandingkan polisi yang tadi menginterogasi diriku. “Tapi, Pak. Nama saya memang buruh,” “Ah, dasar kamu anak kecil! Tidak mau mendengar omongan! Syukur kamu Cuma dinasihati” polisi lainnya. ”tapi... benar...” ”Diam!!!” Meja digebrak lagi. ”Kamu tahu artinya komunis? Komunis itu tidak boleh hidup di sini!” “Nama?” Aku diam. “Nama?” Tetap diam. Menunduk. Bingung. Keringatan. Berdebar-debar. Terteror ”Nama?!” ”Bu..ruh.. Pak!” Tangan hendak melayang menggebrak meja, tapi tercegah seorang polisi lainnya. ”Sebentar. Mana kartu pelajarmu?” Aku segera mengeluarkan kartu pelajar dari dompet. Polisi itu memandang dengan seksama. Berbisik-bisik dengan polisi yang lainnya. Beberapa orang berusaha menahan tawa. Tapi lepas juga. ”Oh, namamu memang buruh. Ya, sudah. Jadi kamu bukan komunis,” Aku diinterogasi. Ditanyakan siapa yang merencanakan aksi demonstrasi. Dinasehati. Panjang lebar. Dari mulai ketahanan negara. Keamanan. Komunis. Teroris. Banyak sekali. Sampai tak muat otakku untuk menerimanya.

Aku bersama kawan-kawan dikeluarkan setelah pihak sekolah menjemput kami. Tapi kamu harus apel seminggu dua kali.

Kasus ini terdengar sampai ke telinga pengelola Panti. Aku beruntung, tidak dimarahi. Dia malah tertawa terbahak mendengar kisahku. ”Tidak apa-apa. Anak muda, memang harus memiliki pengalaman yang herois,” komentarnya. ”Bapak dulu juga pernah jadi aktivis,” Ah, legalah diriku.

Selepas SMA. Aku tahu tidak mungkin tergantung terus menerus kepada Panti. Aku tahu, kondisi keuangan mereka juga terbatas. Maka aku putuskan setelah lulus SMA mencari kerja. Keberuntungan memang tengah menyelimuti diriku. Tidak menunggu lama, aku diterima bekerja. Bekerja di sebuah pabrik. Di kota ini juga. Menjadi buruh.

Jadi namaku Buruh. Di kolom pekerjaan juga tertulis Buruh. Aku paham tentang hidupku. Aku tahu nasibku sebagai buruh tidaklah baik. Terus bergerak bersama mesin-mesin dalam nada dan irama yang statis. Bersama penghasilan yang jauh dari kebutuhan hidup. Aku paham, bila para buruh bersatu meneriakkan jeritan hatinya. Menyuarakan kepentingannya demi kehidupan yang lebih baik. Dan itu, bukan komunis. Sungguh. Aku berani meyakinkan itu. Ini soal manusia. Soal kemanusiaan. (isbiindonesia.org)

KSBDSI: Serikat Buruh Sekarang Lebih Buruk dari Zaman Suharto

Jakarta- Majelis Permusyawaratan Buruh Nasional - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (MPBN-KSBSI) yang didukung 4 Federasi Serikat Buruh, yakni Ketua Umum (Ketum) Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Prof. DR. Abdul Azis Riambo, SH., MBA., Ph.D., LMD, serta Ketum Federasi Buruh Indonesia (FBI) DR. Madjuri, SH; Ketum Persatuan Pekerja Informal Seluruh Indonesia (PERPISI), Abubakar Buton, BBA, dan Ketum Federasi Serikat Pekerja Nasional Indonesia(FSPNI) Yusweri, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Buruh Sedunia kepada kaum buruh, kemarin Minggu (1/5/2011). Penyampaian ucapan itu dalam rangka menyabut Hari Buruh Sedunia (May-day) berlangsung dengan tertib, aman dan damai di kantor pusat FSBDSI, Kompleks DPR Kebon Jeruk Jakarta Barat.

13044069311698869708

“Dengan ini kami sampaikan juga kepada yang terhormat, para pemimpin buruh sedunia, para pemimpin bangsa yakni 183 anggota negara ILO (Internasional Labour Organization) termasuk Indonesia, para pemimpin adat/raja sedunia, para pegawai negara, sipil, tentara, polisi masyarakat, saudara/saudari kaum buruh sedunia, mari kita kita mengheningkan cipta kepada dunia dan doa bersama kepada tuhan yang maha esa untuk keselamatan dan kesejahtreaan kita semua sedunia, hentikan perang, bangun perekomonian dunia penuh kedamaian, ketertiban dan persaudaraan sejati, Amin, ” pernyataan dari Ketum MPBN-KSBSI, Abdul Azis Riambo kepada wartawan dalam siaran persnya.

FSBDSI yang didirikan tanggal 18 Juni 1998, dan tercatat mempunyai anggota sekitar 12.651.367 orang ini juga mengucapkan terimakasih kepada utusan dari Bapak Menakertrans RI dan ibu Dirjen PHI dan JSTK atas mengirimkan utusannya Fritz Simon Saortua SE dalam menghadiri acara pelantikan pengurus DPD dan DPC FSBDSI 24 kabupaten provinsi Papua tanggal 21-23 Februari 2011 lalu di hotel Sentani Papua.

Ia juga menyinggung bahwa dalam Deklarasi Dunia tentang Hak-hak Azasi Manusia (HAM) 10 Desember 1948 pasal 19, dinyatakan bahwa, “Setiap orang berhak atas kebebasan dan mengeluarkan pendapat tanpa gangguan, mencari, menerima dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dengan tidak memandang batas-batas (wilayah).” Hal ini penting untuk memberi ruang kepada setiap orang mengexpresikan kehedendak mereka selama hidupnya.

” Organisasi kami tidak perlu berdemo, kami perlu aksi yang real dan saya melarang anggota dari KSBDSI berdemo, percuma saja, berdemo tidak akan ditanggapi oleh pemerintah, ” kata Abdul Aziz, yang juga seorang Sultan Anakia Mokole Bunduwula XII, Kesultanan Padangguni, Inea Sinumo Wuta (Daerah Istimewa) Kendari Sulawesi Tenggara kepada KOPI (Koran Olnline Pewarta Indonesia ) Minggu (1/5/2011).

Diakui, Abdul Aziz yang pernah dapat piagam dari ILO pada masa pemerintahan B.J Habibi ini mengatakan , Serikat Buruh kita sekarang tidak pernah diberikan bantuan dana dari APBN untuk membantu kelancaran kegiatannya. Di zaman pemerintahan Suharto masih lebih baik, Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP) diberikan bantuan dana pembinaan dan pelatihan keorganisasian SB /SP di Indonesia.

Abdul Aziz menilai, di era reformasi saat ini lebih buruk dari zaman Presiden Suharto RI ke 2, Organisasi SB/SP menjamur ” Hidup susah mati tak mau”, tetapi pemerintah tidak peduli, oleh karena itu pemerintah tidak ada pilihan lain, demi kepentingan bersama sebagai mitra kerja pelayanan publik SB/SP harus diberikan bantuan dana APBD 10% untuk mendukung kegiatannya.

Dalam kenangannya tentang Suharto, Prof. Abdul Aziz Riambo menguraikan, “Dulu Serikat Buruh (SB) dikursuskan dan didik 6 bulan, baru menjadi pemimpin buruh. Disetiap Depnaker diselenggarakan pendidikan SB diseluruh Indonesia, kita membentuk basis dibayar, Rp.5000 sampai 50 ribu dizaman itu perbasis, kami yang dilantik tahun 1973 masih ingat, dia (Suharto) cari dana sampai keluar negeri, kita dibiayai untuk menjadi bangsa yang pintar.”

Masih kata Abdul Aziz, “Suharto itu baik dalam pembinaannya, pertama, mendidik kami tentang kesadaran bagaimana ketahanan nasional, agar warga tahu bahwa negara ini negaramu lho, pertahankan negaramu itu lho.”

“Saya tidak asal bicara, saya ada bukti, masih saya simpan sertifikat dari Suharto. Dulu ada juru runding sebagi pegawai perantara. Sekarang, kita prihatin SP/SB tidak ada yang mendidik, makanya jangan salah mereka melakukan aksi keberutalan. Disinilah kebaikan Suharto. Kedua, ketegasan suharto, A tetap A. Sekarang pagi sampai sore tidak nyambung. Seperti sekarang dibikin peraturan presiden no.15 rencana pembangunan jangka panjang, menengah. Sudah panjang menengah pula, ada-ada saja, “imbuh Aziz.

Reformasi sudah memasuki ulang tahunnya yang ke 11, namun hasilnya gagal total, pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia jalan ditempat. Justu korupsi, kolusi, nepotisme (kkn) merajalela. Rakyat semakin sengsara, dunia usaha semakin sekarat, para penguasa dan elit politik tidak henti-hentinya bersiteru memperebutkan rezeki dan kursi kekuasaan diatas penderitaan rakyat yang memilihnya, seharusnya dilindungi dan ditingkatkan kesejahteraannya secara layak.

1304412586323790427

Keterangan gambar dari kiri ke kanan: M.Zahid, Matdjuri, Abdul Aziz Riambo, Abubakar, Yusweri

Sebagai yang pernah dinobatkan menjadi Kandidat Profesor bidang Perburuhan & Transmigrasi dari Northern California Global University USA 2003, Abdul Azis merasa prihatin mengenai TKI/TKW yang sudah 61.000 orang mati teraniaya diluar negeri dalam usahanya mencari upah yang layak. Oleh karena itu, Konvensi ILO nomor 143 tahun 1975 tentang perlindungan buruh migran dan keluarganya harus segera diratifikasi oleh pemerintah. Ini merupakan masalah sangat penting yang harus diperhatikan pemerintah dalam rangka menjaga dan menjunjung tinggi harkat dan martabat buruh migran dan bangsa di mata bangsa-bangsa Dunia.

Abdul Aziz mendesak pemerintah SBY-Budiyono agar penanggulagan kemiskinan, pengangguran, dan perluasan lapangan kerja dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai peraturan presiden no.5 tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014 dan perpu presiden nomor 15 tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan dengan penanggung -jawab pemberian bantuan dana penaggulangan kemiskinan nasional adalah bapak Wakil Presiden RI, bekerjasama dengan Menkosra RI, Menko Perekomonian, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Menteri Sosial, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri PPN/Kepala Bappenas mengunakan dana APBN/HIbah.

Keuntungan Dan Kerugian Akibat Dari Iklan Ini Merupakan Hak Anda dan Tanggung Jawab Sendiri :