Tampilkan postingan dengan label Wawasan Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan Kerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

Contoh SURAT PENGUNDURAN DIRI TERBAIK

Contoh SURAT PENGUNDURAN DIRI TERBAIK:
-------------------------
Jakarta, 17 Agustus 2010

Kepada Yth,
HRD Manager
PT. Nama Prusahaan
Alamat Perusahaan
Jl. Sumanto Kav 169
Jakarta 12756
INDONESIA

Dengan Hormat,

Melalui surat ini, saya (Nama kamu) bermaksud untuk mengundurkan diri dari (Nama Prusahaan tempat anda bekerja) sebagai (Jabatan Terakhir di perusahaan), terhitung sejak tanggal (tgl pngunduran diri anda).

Saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bekerja di (Nama Perusahaan Tempat Bekerja). Saya juga memohon maaf kepada seluruh karyawan dan manajemen (Nama Perusahaan Tempat Bekerja) apabila terdapat kesalahan yang telah saya lakukan selama bekerja.

Saya berharap selalu, (Nama Perusahaan Tempat Bekerja) dapat terus berkembang dan selalu mendapatkan yang terbaik.

Hormat Saya,



Nama Lengkap Anda
Email : email@nda.com
Mobile Phone : +628564XXX
-------------------------

Contoh Surat Lamaran Kerja

Jakarta, 8 Oktober 2008
Lampiran : 4(Empat) berkas
Perihal : Lamaran Kerja

Yth. TIM REKRUTMEN SDM
BROTHERS MITRA KARYA MANDIRI
Di tempat

Dengan hormat
Berdasarkan pada iklan yang dimuat di surat kabar Kedaulatan Rakyat. BROTHERS MITRA KARYA MANDIRI memerlukan SDM Untuk menempati posisi manajer. Sesuai dengan jenis pekerjaan tersebut, dengan ini saya yang beridentitas sebagai berikut ;

Nama :
Tempat dan tanggal lahir :
Pendidikan terakhir :
Alamat :

Mengajukan permohonan untuk menjadi manajer sesuai dengan persyaratan yang telah disebutkan, kiranya saya mempunyai kualifikasi yang cukup memadai untuk melakukan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, besama dengan ini saya lampirkan berkas sebagai bahan pertimbangan ;

1. CV
2. FC ijazah sekolah/kuliah
3. FC KTP
4. Foto

Atas perhatian dan pertimbangannya, saya sampaikan terima kasih.


Hormat saya,



Nama Anda

Contoh Curriculum Vitae (CV)

DATA DIRI
Nama : Sunaryo Saripudin
Tempat dan tanggal lahir : Bekasi, 09 September 1979
Jenis kelamin : Laki-laki
Anak Ke / Dari : 6, dari 6 bersaudara
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Alamat rumah : Bekasi

RIWAYAT PENDIDIKAN
SD Karya Asih, lulus tahun 2000
SMPN 2 Lemah Abang, lulus tahun 2003
SMAN Cikarang Pusat I, lulus tahun 2006
UPI, lulus tahun 2009

DATA ORANG TUA
Ayah : Saman
Pekerjaan : Petani
Ibu : Sarti
Pekerjaan : Petani
Alamat rumah : Bekasi

Etos Kerja

Etos sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti adat dan kebiasaan. Menurut Jansen Sinamo, maka etos merupakan kunci dan fondasi keberhasilan suatu masyarakat atau bangsa diterima secara aklamasi. Selain itu, etos merupakan syarat utama bagi semua upaya peningkatan kualitas tenaga kerja atau SDM, baik pada level individual, organisasional, maupun sosial. Selain itu, metode pembangunan integritas bangsa harus dilakukan secara fokus dan serius, membawa misi perbaikan dalam proses berkesinambungan, serta keterlibatan total dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Kerja sebagai kehormatan, dan karenanya kita wajib menjaga kehormatan itu dengan menampilkan kinerja yang unggul (excellent performance). Kehormatan itu berakar pada kualitas dan keunggulan. Misalnya, Singapura, meskipun negeri kecil dari segi ukuran, tetapi tinggi dari segi mutu birokrasi, nyaris bebas KKN, dan unggul di bidang SDM dan pelayanan sehingga memperoleh status terhormat dalam percaturan bangsa-bangsa.

Yang utama adalah keunggulan budi dan keunggulan karakter yang menghasilkan kerja dan kinerja yang unggul pula. Tentunya, keunggulan tersebut berasal dari buah ketekunan seorang manusia Mahakarya. Kemampuan menghayati pekerjaan menjadi sangat penting sebagai upaya menciptakan keunggulan. Intinya, bahwa saat kita melakukan suatu pekerjaan maka hakikatnya kita sedang melakukan suatu proses pelayanan. Menghayati pekerjaan sebagai pelayanan memerlukan kemampuan transendensi yang bersifat melampaui ruang gerak manusia yang kecil.

PENGEMBANGAN ETOS KERJA
Saat kita berbicara mengenai sebuah lembaga pendidikan maka di dalamnya harus terdapat kurikulum yang paradigmatik, guru yang amanah dan memiliki kompetensi di bidangnya, proses belajar mengajar, lingkungan dan budaya kampus. Selain itu, terdapat ruang interaksi dan sinergi dengan keluarga dan masyarakat. Adanya interaksi dan sinergi ini diharapkan dapat menciptakan manusia Indonesia yang dirindukan pada abad mendatang, yaitu manusia yang memiliki kualitas SDM-nya serta mentalitasnya.

Jika dimensi ini benar-benar tercipta sudah barang tentu ia sudah siap menghadapi bahkan siap sebagai pelaku di era teknologi itu karena salah satu agenda penting bagi bangsa kita di abad 21 adalah mengusahakan agar kualitas tenaga kerja kita menjadi tenaga kerja bersaing dengan kemapanannya. Sumber daya manusia bangsa ini perlu dikembangkan hingga mencapai kualitas yang setara dengan bangsa-bangsa yang telah maju terlebih dahulu dibandingkan Indonesia. Hal ini semakin penting, karena selain masalah ekonomi yang menjadi penyakit akut di Indonesia, sesungguhnya kualitas SDM menjadi titik kritis sentral dalam proses tata kemajuan peradaban suatu bangsa secara luas baik dilihat secara politik, teknologi, kultural, maupun manajerial.

Studi-studi sosiologi dan manajemen dalam beberapa dekade belakangan bermuara pada satu kesimpulan yang mengaitkan antara etos kerja manusia (ataukomunitas) dengan keberhasilannya: bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh sikap, perilaku dan nilai-nilai yang diadopsi individu-individu manusia di dalam komunitas atau konteks sosialnya.

Melalui pengamatan terhadap karakteristik masyarakat di bangsa-bangsa yang mereka pandang unggul, para peneliti menyusun daftar tentang ciri-ciri etos kerja yang penting. Misalnya etos kerja Bushido dinilai sebagai faktor penting dibalik kesuksesan ekonomi Jepang di kancah dunia. etos kerja Bushido ini mencuatkan tujuh prinsip, yakni:

1. Gi - keputusan yang benar diambil dengan sikap yang benar berdasarkan kebenaran; jika harus mati demi keputusan itu, matilah dengan gagah, sebab kematian yang demikian adalah kematian yang terhormat:
2. Yu - berani dan bersikap kesatria:
3. Jin - murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama:
4. Re - bersikap santun, bertindak benar:
5. Makoto - bersikap tulus yang setulus-tulusnya, bersikap sungguh dengan sesungguh-sungguhnya dan tanpa pamrih:
6. Melyo - menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan, serta
7. Chugo - mengabdi dan loyal.

Begitu pula keunggulan bangsa Jerman, menurut para sosiolog, terkait erat dengan etos
kerja Protestan, yang mengedepankan enam prinsip, yakni:
1. bertindak rasional,
2. berdisiplin tinggi,
3. bekerja keras,
4. berorientasi pada kekayaan material,
5. menabung dan berinvestasi, serta
6. hemat, bersahaja dan tidak mengumbar kesenangan.

Pertanyaannya kemudian adalah seperti apa etos kerja bangsa Indonesia ini. Apakah etos kerja kita menjadi penyebab dari rapuh dan rendahnya kinerja sistem sosial, ekonomik dan kultural, yang lantas berimplikasi pada kualitas kehidupan? Ataukah etos kerja yang kita miliki sekarang ini merupakan bagian dari politik republik tercinta?

Dalam buku "Manusia Indonesia" karya Mochtar Lubis yang diterbitkan sekitar seperempat abad yang lalu, diungkapkan adanya karakteristik etos kerja tertentu yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Beberapa di antara ciri-ciri itu adalah: munafik; tidak bertanggung jawab; feodal; percaya pada takhyul; dan lemah wataknya. Beliau tidak sendirian. Sejumlah pemikir/budayawan lain menyatakan hal-hal serupa. Misalnya, ada yang menyebut bahwa bangsa Indonesia memiliki ‘budaya loyo,’ ‘budaya instan’, dan banyak lagi.

Untuk itu, agar perkembangan etos kerja bangsa Indonesia dapat berkembang, maka tidak ada salahnya bisa meniru ataupun mengikuti prinsip-prinsip yang terapkan oleh etos kerja Bushido dan etos kerja protestan.(de-kill.blogspot.com)

Tips Bekerja Agar Tidak Stress

Bekerja kadang-kadang bisa membuat orang menjadi stress. Selain akibat rutinitas sehari-hari, kendala kerja dan suasana juga dapat meningkatkan tingkat stress yang ada.

Berikut solusi untuk "Bekerja Tanpa Stress"

1. Meja kerja bersih
Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.

2. Bekerja dengan prioritas
Yup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya. Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.

3. Segera ambil keputusan
Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what? Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!

4. Delegasikan pekerjaan
Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.

Masih juga stress? Mungkinkah karena anda tak punya pilihan lain dan merasa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang sama sekali bukan minat anda? Atau, lebih parah lagi... anda merasa diperlakukan seperti sapi perah yang hanya menghasilkan keuntungan buat boss anda?

Kalau begitu, sudah saatnya anda bergerak maju dan bebaskan diri anda dari stress! Caranya? Cari peluang bisnis sampingan yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan bertambahnya penghasilan, anda akan punya lebih banyak pilihan dan otomatis stress pun jauh dari pikiran anda

Tips Hadapi Wawancara Kerja

Lamaran Anda mendapat sambutan. Wawancara kerja sudah di depan mata. Apa saja yang perlu disiapkan agar perkerjaan impian itu jatuh ke tangan Anda?

Dibawah ini ada beberapa saran agar sukses dalam wawancara kerja :

1. Percaya diri. Masuk ke dalam ruangan dengan yakin, jabat tangan pewawancara dengan tasa penuh percaya diri, senyum, dan penuh semangat. Wawancara bukanlah sesuatu yang menyenangkan, tetapi jika dapat mengantisipasikan cobaan ini, bahasa tubuh Anda akan secara otomatis menggambarkan sikap ini.

2. Jabat erat. Jangan berjabat tangan dengan lemas seperti ikan yang mati. Genggam erat dan kuat sehingga memberi kesan percaya diri dan sejajar. Tapi juga jangan terlalu berlebihan. Pastinya Anda tidak ingin diingat orang karena telah mematahkan tangannya ketika berjabat tangan dengan Anda, kan?

3. Tatap wajah/mata. Perhatikan apa yang dibicarakan atau ditanyakan dengan seksama. Jika si pewawancara seorang yang antusias, cobalah untuk dapat mengambil emosinya dan sebaliknya jika dia seorang yang pasif/serius, sebaiknya ikuti juga alurnya. Intinya, uahakan untuk membuat suasana menjadi menyenangkan, tidak kaku, atau penuh ketakutan.

4. Jaga sikap. Posisi duduk yang tegap, cara bertatapan muka, dan bagaimana seharusnya menjawab pertanyaan, akan mencerminkan kepribadian serta rasa percaya diri Anda. Posisi duduk yang agak membungkuk, misalnya, menggambarkan seseorang yang lemah dan malas.

5. Jangan bersidekap. Ini menyiratkan sikap tertutup, cenderung ingin membela diri, dan tidak kooperatif. Gunakan tangan Anda untuk mengutarakan atau menerangkan sesuatu ketika sedang berbicara. Ketika si pewawancara bicara, sebaiknya kedua tangan diletakkan di lengan kursi atau di bawah badan.

6. Kontak mata. Jangan menghindari tatapan matanya dengan menunduk, membuang muka. Sebaliknya, hunakan ekspresi tubuh yang menyiratkan ketertarikan, perhatian, semisal mengganggukkan kepala, mengangkat alis, dan sebagainya.

7. Posisi nyaman. Jangan terlalu sering mengubah posisi. Cari posisi yang enak bagi kedua kaki dan coba bertahan pada posisi tadi. Berkali-kali mengubah posisi hanya menggambarkan sikap gelisah dan tidak dapat di percaya.

8. Kontrol suara. Hindari berbicara terlalu pelan dan lembut, atau terlalu cepat dan terputus-putus. Yang harus diingat sebelum menjawab pertanyaan adalah tarik nafas panjang, kemudian pikir jawaban terlebih dahulu, baru jawab dengan penuh keyakinan. Hal ini akan menenangkan syaraf dan membantu Anda memberi jawaban yang lancar sekaligus memberi kesempatan untuk “ambil ancang-ancang terlebih dulu sebelum meloncat”, jika harus menjawab pertanyaan sulit atau penting.
Source : www.karir-up.com

Pertanyaan Wawancara Kerja yang Sering Muncul

Bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara kerja? Pelajari dulu perkiraan pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan si pewawancara di bawah ini.

1. Ceritakan tentang diri Anda.
Mulailah dengan karakter Anda, penghargaan-penghargaan yang pernah Anda terima, pendidikan, atau pekerjaan yang relevan dengan posisi yang dituju. Jangan terlalu banyak mendalam ke informasi personal kecuali informasi tersebut berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya, “Saya tipe yang senang berkreativitas. Saya sudah menjadi sales manager selama 5 tahun dan menggunakan kreativitas saya untuk menciptakan insentif-insentif unik untuk membuat para sales di bawah saya termotivasi. Karena ide-ide tersebut, tim sales saya mendapatkan banyak penghargaan dari perusahaan.”

2. Apa kekurangan Anda?
Ini pertanyaan yang cukup menjebak. Karena ini dilihat apakah Anda mengenal baik diri Anda sendiri, dan apakah akan ada usaha untuk memperbaiki diri. Disarankan untuk Anda mencari tahu sisi positif dari apa yang akan Anda katakan. Misalnya, “Saya sangat memperhatikan detail dan di beberapa industri, terlalu mendetail bisa membutuhkan waktu lama sehingga kurang diperlukan. Namun di posisi akunting yang saya lamar ini, saya rasa saya bisa bekerja dengan baik dan nyaman.”

3. Mengapa Anda ingin bekerja di sini?
Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan kemauan untuk meneliti dan mencari tahu tentang tempat yang dituju. Cari tahu sedikit tentang latar belakang perusahaan tersebut. Misal, “Saya ingin menjadi bagian dari perusahaan global yang dalam satu tahun saja bisa menginvestasikan 1,4 triliun rupiah hanya untuk riset dan pengembangan proses industri yang ramah lingkungan.”(de-kill.blogspot.com)

Selasa, 31 Mei 2011

Hari Buruh di Indonesia

Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini.

Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Uni Sovyet, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebut menurut dia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai Komunis Tiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein.

Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.

Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori "membahayakan ketertiban umum". Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.(id.wikipedia.org)

Sejarah Lahirnya jam Kerja Jadi 8 Jam

Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei.

Pada tanggal 4 Mei 1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai martir. Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.

Kongres Sosialis Dunia

Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:

Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka. (id.wikipedia.org)

Sabtu, 23 Mei 2009

Alat Test Psikotes

Ada dua macam alat test psikotes yaitu mencakup test kepribadian ada test intelektual. Setelah Anda memahami dasar untuk mengerjakan psikotes, sekarang kita memahami beberapa alat test yang mungkin dihadapi.

Sederhanyanya begini. Pada umumnya, psikotest seleksi kerja terbagi menjadi dua macam, yaitu Inteligensi dan Personality test termasuk juga Aptitude Test

Pertama, Intelligence Test. Biasanya terkategori sebagai Power Test. Bertujuan untuk membandingkan Anda semua dengan kandidat lain plus mengukur seberapa kuat potensi Anda secara intelektual. Tujuannya? Untuk meyakinkan lembaga dan perusahaan seberapa mampu Anda secara intelektual bekerja pada mereka.

Kemampuan di bawah standar yg mereka tetapkan otomatis gugur. Ciri yang paling jelas dari power test ini adalah adanya kaidah "benar/salah" dalam jawaban. Coba deh dengarkan instruksi tester. Kalau mereka mengatakan adanya jawaban benar dan salah, berarti itu bagian dari power test. Apalagi kalau waktunya terbatas. Nah, oleh karenanya jika Anda banyak benarnya dan sedikit salahnya, Anda bakalan punya poin tinggi. Itulah yg dimaksud POWER ataw kekuatan Anda!

Hal lainnya yaitu kemampuan intelektual yang diukur dalam tes meliputi kemampuan verbal (bahasa), matematis, spasial (bangun ruang), logika deduksi-induksi, dan semacamnya.

Untungnya, untuk beberapa perusahaan tidak ada standar yang mereka tetapkan. Tapi berdasarkan kuota. Psikotes semacam test IQ ini dimanfaatkan untuk memapas--biasanya--setengah dari aplicant/testee di awal.

Tes Intelegensi yang mungkin Anda dapatkan biasanya CFIT, IST, APM. Meskipun tak termasuk tes IQ, kemampuan matematis dalam Kraeplin/Pauli menggambarkan sikap kerja. Karena keduanya termasuk mengukur kekuatan. Yaitu keajegan, ketelitian, dan daya tahan.

Kedua, Personality Test. Personality Test ataw tes kepribadian ini berusaha untuk menggambarkan kepribadian Anda yang utuh. Perhatikan apa yang diperintahkan tester. Jika mereka memberi penjelasan bahwa tidak ada "benar/salah", maka itu termasuk bagian dari tes kepribadian.

Berbeda dengan tes intelegiensi, tes kepribadian ini tidak mengenal benar dan salah. Semua jawaban pada dasarnya bersifat bebas nilai (netral) meskipun memiliki indikasi psikologis. Sederhananya barangsiapa yang kepribadiannya sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan, sesuai dengan yang diinginkan perusahaan, maka besar kemungkinan mereka direkomendasikan.

Direkomendasikan bukan berarti keputusannya Anda diterima masih ada tahap selanjutnya. Jangan lupa psikotes seleksi kerja bukanlah sesuatu yang final, tapi hanya bagian dari proses sebelum prosesberikutnya. Masih ada interview dengan Management atau Owner dan Medical Check Up yang akan Anda hadapi.

Tes Kepribadian dan Aptitude mungkin berupa DISC, BAUM-DAM, Wartegg, PAPIKostick, EPPS, etc

Tips Menghadapi Psikotes Seleksi Kerja

Ada beberapa hal yang perlu diketahui dari psikotes. Sebagai permulaan, ada beberapa tips memahami sekaligus mengerjakan psikotes. Semoga Anda bisa menjadi testee yang baik.

Pertama Persiapkan Diri Sebelumnya; Beberapa perusahaan melakukan seleksi test secara marathon. Kadang dari pagi hingga sore. Maka barangsiapa yang menyiapkan fisik secara baik, dimungkinkan ia mampu berkompetisi. Kesehatan memang bukan segalanya, tapi segalanya akan sulit tanpa kesehatan. Betul? So, siapkan diri, sarapan, rajin olahraga rutin. Jika diminta untuk membawa alat tulis seperti pensil HB dan semacamnya, bawalah. Dijamin, jika Anda lupa membawa ketika test, anda akan menyesal.

Kedua Waspadai Batasan Waktu; Ada beberapa test yang membatasi waktu test. Jika tester mengatakan waktunya terbatas, maka kerjakanlah sebaik mungkin dan secepat mungkin. Boleh jadi itu adalah Power-Test. Yaitu test untuk membedakan kemampuan/kekuatan seseorang. Dalam test kerja berarti yang membandingkan kekuatan satu orang dengan yang lain. Biasanya yang diukur adalah intelektualitasnya. Test semacam ini biasanya ada jawaban "benar" dan "salah".

Ketiga Ikuti perintah Tester; Kunci sukses dalam memahami psikotes adalah kita memperhatikan dan mengikuti apa yang diharapkan tester. Jika kita diperintahkan untuk menggambar pohon, gambarlah pohon dengan baik. Anda tak perlu memikirkan sisi estetikanya. Yang penting Anda jujur dalam menggambar. Jangan sekali-kali melanggar aturan yang diberikan. Jika Anda diminta menghitung dari atas ke bawah, lakukan! Untuk psikotes, "kreativitas" Anda sedikit dikurangi. Kecuali untuk strategi.

Anda sekarang sudah memahami sekilas 3 Tips menghadapi Psikotes Seleksi Kerja. Alat test Psikotes terdiri dari dua macam/jenis. Silahkan baca sekarang Alat Test Psikotes.

Psikotest Seleksi Tenaga Kerja

Tenaga Kerja sebelum diterima disebuah perusahaan biasanya melewati tahapan-tahapan seleksi tertentu. Salah satu tes yang selalu ada dalam seleksi tenaga kerja biasanya adalah psikotes. Psikotes ini dirasakan seringkali menjadi sesuatu yang menakutkan bagi mereka, betulkah demikian.

Psikotes diyakini sebagai sesuatu yang perlu. Mengapa? Tentu supaya diketahui hasil seleksinya meyakinkan. Nyatanya, dari setiap pelamar kerja selalu ada perbedaan hasil. Tidak ada yang berbahaya dalam mengikuti tes psikotes, para tester hanya ingin mengetahui sejauh mana kualitas para calon karyawannya.

Dari hasil psikotes biasanya ada pelamar yang bagus di sisi verbal, matematis, kemampuan kerja kelompok, dan sebagainya. Banyak perusahaan termasuk perusahaan besar memanfaatkan keunggulan psikotes. Tentu Anda juga sudah mengetahui hal ini. Karenanya perlu kiranya Anda memahami apa itu psikotes?

Pengertian Lapangan Pekerjaan

Lowongan kerja yang disediakan sebenarnya menyebar dalam artian tidak hanya pada satubidang atau sektor saja. Lowongan kerja menyebar dibeberapa sektor lapangan pekerjaan yang ada.

Lapangan pekerjaan, Menurut Sensus Penduduk 2000, adalah bidang kegiatan dari usaha/perusahaan/ instansi dimana seseorang bekerja atau pernah bekerja.

Lapangan pekerjaan ini dibagi dalam 10 golongan, terdiri dari 5 sub sektor pertanian dan 5 sektor lainnya, yaitu:

* Sektor Pertanian :
* Sub sektor Pertanian Tanaman Pangan
* Sub Sektor Perkebunan
* Sub Sektor Perikanan
* Sub Sektor Peternakan
* Sub Sektor Pertanian Lainnya
* Sektor Industri Pengolahan
* Sektor Perdagangan
* Sektor Jasa
* Sektor Angkutan
* Sektor lainnya.

Dari masing-masing sektor lapangan pekerjaan itu tentu akan menyerap tenaga kerja. Bagi yang sedikit kreatif tentu tidak hanya memiliki orientasi mencari kerja, namun bisa melihat potensi dan peluangdari berbagai sektor lapangan kerja untuk dijadikan peluang usaha.

Definisi Tenaga kerja

Tenaga kerja (manpower) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia 15 tahun atau lebih) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa. Sebelum tahun 2000, Indonesia menggunakan patokan seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas (lihat hasil Sensus Penduduk 1971, 1980 dan 1990). Namun sejak Sensus Penduduk 2000 dan sesuai dengan ketentuan internasional, tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih.

Penduduk dipandang dari sisi ke-tenagakerja-an merupakan suplai bagi pasar tenaga kerja di suatu negara. Namun tidak semua penduduk mampu melakukannya karena hanya penduduk yang berusia kerjalah yang bisa menawarkan tenaganya di pasar kerja. Penduduk usia kerja dibagi menjadi dua golongan yaitu yang termasuk angkatan kerja dan yang termasuk bukan angkatan kerja. Penggolongan usia kerja di Indonesia mengikuti standar internasional yaitu usia 15 tahun atau lebih.

Angkatan kerja sendiri terdiri dari mereka yang aktif bekerja dan mereka yang sedang mencari pekerjaan. Mereka yang terakhir itulah yang dinamakan sebagai pengangguran terbuka. Sedangkan yang termasuk dalam kelompok bukan angkatan kerja adalah mereka yang masih bersekolah, ibu rumah tangga, pensiunan dan lain-lain. (datastatistik-indonesia.com)

Keuntungan Dan Kerugian Akibat Dari Iklan Ini Merupakan Hak Anda dan Tanggung Jawab Sendiri :