Rabu, 01 Juni 2011

Deskripsi Kegiatan Penetapan Kawasan Pengembangan Inti

Kabupaten Bekasi adalah salah satu kabupaten yang berada di wilayah Jawa Barat. Pada tahun 1990-an, di Kabupaten Bekasi dimulai pembangunan kawasan industri. Kemudian pembangunan kawasan industri akhirnya memunculkan kawasan-kawasan industri lainnya. Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi dengan judul Program Peningkatan Nilai Tambah Mata Rantai yang mengedepankan konsep pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan merata, menyadari terdapat dampak yang terjadi dari adanya kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi. Dampak dari keberadaan kawasan industri di Kabupaten Bekasi dapat dirasakan di semua elemen baik masyarakat maupun pemerintahan. Kebermerataan dampak yang dirasakan tersebut ingin diketahui melalui pengembangan akses ke faktor produksi dan pasar serta berkembangnya kegiatan ekonomi yang akrab lingkungan.

Faktor produksi dan pasar erat hubungannya dengan kelancaran dari rantai pasokan industri yang akan berefek pada perkembangan kawasan industri. Aspek rantai pasokan industri ini menentukan seberapa jauh keterkaitan antarindustri terbentuk. Semakin ekstensif keterkaitan tersebut, semakin besar peluang suatu cabang industri untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal. Hal ini terjadi karena keterkaitan antarindustri akan menciptakan lebih banyak wirausaha, kesempatan kerja, pemanfaatan sumberdaya setempat, serta bangkitan kegiatan lain. Oleh karena itu, berkembangnya rantai pasokan perlu menjadi bagian kebijakan pengembangan industri.

Perkembangan rantai pasokan tergantung kepada potensi industri yang ada di suatu wilayah. Dalam satu wilayah, kemungkinan terdapat beberapa kawasan yang memiliki potensi bagi berkembangnya rantai pasokan. Kawasan potensial tersebut memiliki cukup industri utama maupun calon pemasok yang potensial untuk bermitra. Meskipun demikian, kawasan tersebut mungkin memiliki peluang keberhasilan yang berbeda. Mengingat sifat unggulan dari kegiatan kerjasama dengan pemerintah daerah ini, kegiatan akan lebih efektif jika dipusatkan pada kawasan yang memiliki peluang keberhasilan besar. Kawasan semacam ini memiliki kesiapan industri maupun lokasi memadai. Kawasan ini merupakan kawasan inti di mana usaha untuk menciptakan rantai pasokan dilakukan. Pemilihan kawasan inti ini akan berdasar pada pertimbangan-pertimbangan diantaranya adalah keterkaitan mata rantai yang paling tinggi, kerjasama pemangku kepentingan yang mendukung perkembangan kerjasama industri utama dan industri baru, ketersediaan infrastruktur yang memadai, dan sistem lingkungan yang berkonsep hijau. Keempat pertimbangan tersebut kemudian didukung dengan sistem kelembagaan yang akan terbentuk dalam rangka memfasilitasi kawasan inti yang berkelanjutan.Kegiatan C.2.1.7 adalah penentuan kawasan inti dan program pengembangan kawasan inti. Kawasan inti merupakan sub-kawasan terpadu yang menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan terpadu di Kabupaten Bekasi. (phki.pl.itb.ac.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Keuntungan Dan Kerugian Akibat Dari Iklan Ini Merupakan Hak Anda dan Tanggung Jawab Sendiri :